Posisi Sosial dan Pendidikan Guru Kunci Sukses Pendidikan Finlandia

Oleh: Rahmat Syehani

Saat ini dunia pendidikan internasional sedang terkesima oleh kemajuan pendidikan Finlandia. Negara yang diawal tahun 1980an hampir tidak memiliki masa depan cerah dalam dunia pendidikan, namun kemudian hanya beberapa dekade saja mampu menjadi rujukan suksesnya reformasi kebijakan pendidikan. Pertanyaannya, bagaimana itu bisa terjadi?

 

Dalam sebuah tulisan sederhana dari Pasi Sahlberg, seorang penulis, peneliti dan juga penasehat kebijakan pendidikan di Finlandia, dalam artikelnya berjudul the secret to Finland’s success: educating teachers menuliskan bahwa kunci sukses pendidikan di Finlandia adalah Guru yang berkualitas. Menurutnya, rahasia kualitas guru ada di empat point penting yaitu posisi sosial guru dalam masyarakat Finlandia, proses rekrutmen calon guru, pendidikan calon guru, dan pengembangan profesi guru.

 

Posisi terhormat Guru

Pasi Sahlberg mengungkapkan bahwa posisis Guru dalam masyarakat Finlandia merupakan profesi yang prestisius. Jangan membayangkan bahwa posisi prestisius tersebut disebabkan oleh material, atau dalam bahasa lebih vulgar disebabkan oleh besarnya gaji. Rata-rata gaji guru di Finlandia tidak jauh berbeda dengan rata-rata penghasilan nasionalnya, dan juga setara dengan rata-rata gaji guru di negara-negara maju anggota OECD. Tetapi jangan dibandingkan dengan rata-rata gaji guru di Indonesia, karena living cost-nya juga jauh berbeda.

Sahlberg mengungkapkan bahwa posisi terhormat bagi Guru di Negara tersebut lebih disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya aspek moralitas, independensi profesi, dianggap cerdas dan berpengetahuan, serta memiliki peluang besar dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan secara terus menerus. Seberapa terhormatnya sebuah posisi, bisa dilihat terhadap pandangan para lulusan sekolah menengah atas, karena itu berhubungan dengan profesi impian mereka. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Helsingin Sanomat terhadap lulusan SMA di Finlandia terungkap bahwa posisi yang paling dikagumi oleh lulusan SMA di Finlandia adalah Guru! Bagaimana dengan posisi Guru di negeri kita?

 

Proses Rekrutmen Calon Guru

Dengan memposisikan guru sebagai agen penting dalam proses pendidikan yang kemudian berujung pada peningkatan mutu bangsa maka penyediaan Guru berkualitas adalah sebuah keharusan. Untuk menghasilkan Guru yang berkualitas maka diperlukan sebuah proses yang ketat untuk memastikan profesi tersebut diampu oleh orang yang memiliki kualifikasi yang sesuai. Dengan merujuk pada asusmsi ini maka wajar jika proses rekrutmen Guru di Finlandia menjadi factor kunci dari suksesnya pendidikan di Negara tersebut.

Kita coba menelaah dari proses awal rekrutmen Guru. Untuk menjadi Guru di Finlandia perlu terlebih dahulu mendaftar sebagai calon peserta pendidikan Guru, atau sebutlah calon Guru. Proses seleksi calon Guru ini sangat ketat, berdasarkan artikel yang disampaikan Sahlberg, hanya 10% saja pelamar yang bisa diterima sebagai calon Guru.  Dengan seleksi yang demikian ketat maka secara alami hanya orang-orang yang masuk kategori “the top 10” yang akan mengikuti proses pendidikan calon Guru. Ini sebuah langkah yang baik bukan?

 

Pertanyaannya, apa saja yang diseleksi sehingga terpilih 10% terbaik? Seleksi calon Guru terdiri dari dua fase. Pada fase pertama  ada test matrikulasi. Hasil test ini kemudian diintegrasikan dengan hasil raport di SMA dan catatan-catatan penting dari sekolah. Selanjutnya kandidat yang masuk dari fase pertama akan ikut masuk ke fase kedua.

 

Pada fase kedua, kandidat diminta membaca buku pedagogy yang telah ditentukan untuk kemudian mereka mengikuti test tertulis dengan merujuk pada buku tersebut. Pada tahap ini juga dibuat sejenis laboratorium yang dirancang sangat mirip dengan suasana sekolah. Para kandidat beraktivitas sebagaimana layaknya di sebuah sekolah untuk kemudian akan dinilai kemampuan komunikasi dan interaksi sosialnya. Kandidat yang terpilih kemudian akan masuk pada tahapan akhir seleksi di fase kedua, yaitu interview. Bagi mereka yang lolos seleksi dan terpilih menjadi calon Guru, akan mengikuti pendidikan Guru yang seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah, alias gratis. Menarik sekali bukan?

 

Proses pendidikan Guru yang berkualitas

Ada sebuah kalimat yang sederhana tetapi menarik: barang yang sama, jika diproses dengan cara berbeda akan memberikan hasil yang berbeda. Bagi orang yang biasa membuat kue sangat memahami proses ini. Sebutlah misalnya tepung, kita bisa olah menjadi bakwan atau roti. Contoh yang lebih mendekati lagi, ada dua orang mengolah tepung menjadi roti, yang satu memperhatikan proses pembuatan secara detail, hingga waktu pematangan ragi juga diperhatikan. Sedangkan yang lain  membuat roti sekenanya, bahkan untuk mempersingkat waktu ada beberapa proses yang juga dipersingkat. Maka bisa dengan mudah diduga bahwa hasilnya tentu akan berbeda, meskipun bahannya sama. Maka secara sederhana bisa kita simpulkan dengan sebuah kalimat: mutu proses akan menentukan mutu hasil. Demikian juga dengan proses pendidikan Guru di Finlandia dengan Negara-negara lainnya.

 

Para kandididat hebat-hebat yang terpilih melalui proses seleksi yang ketat tadi selanjutnya wajib mengikuti proses pendidikan calon Guru yang hanya diselenggarakan di 8 Universitas yang terkoordinasi secara nasional. Dengan penyelenggara pendidikan calon Guru yang terkontrol maka mutu lulusan juga dengan mudah terkontrol.

Pendidikan calon Guru dirancang hingga lulus S2 atau master degree dengan mengembangkan aspek personalitas dan kompetensi professional. Semua calon Guru diharuskan memiliki penguasaan yang mendalam tentang psikologi pendidikan, sosiologi pendidikan, theory kurikulum, penilaian, pendidikan kebutuhan khusus, dan tentu saja ilmu-ilmu pedagogis.

Guru pendidikan dasar mengambil major di pendidikan dengan 3 area utama yaitu teori pendidikan, pengetahuan detail aspek-aspek pedagogis dan subjek pengajarar (didaktika). Adapun Guru sekolah menengah mengambil major yang sesuai dengan bidang yang akan diajarkannya, misalnya Matematika.

Pendidikan calon Guru di Finlandia menggunakan pendekatan berbasis riset dan pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk itu maka materi yang terkait dengan metoda ilmiah dan keterampilan berpikir pedagogis menjadi bagian penting dalam proses pendidikan Guru.  Dengan tujuan agar Guru mampu mengembangkan pembelajarannya secara mandiri, maka bekalan materi tentang pelaksanaan penelitian juga menjadi titik tekan. Dan disinilah salah satu kunci sukses guru berkualitas: yaitu terbentuknya guru yang mampu mengembangkan mutu pembelajaran melalui riset independen. Maka, dalam rancangan kurikulum pendidikannya, calon Guru diharuskan melakukan penelitian di lapangan secara mandiri, mengadakan seminar tentang hasil penelitiannya dan mempresentasikan hasil penelitiannya secara ilmiah.

Ada sisi lain proses pendidikan calon Guru di sana yang agak mirip dengan calon guru di Indonesia yaitu magang mengajar. Namun, sebelum magang calon guru disana berkewajiban mengobservasi guru-guru yang berpengalaman, yang kemudian diikuti oleh praktek pengajaran yang diobservasi dan didampingi oleh Guru senior sambal disupervisi oleh professor dari universitas tempat mereka belajar. Proses ini berlangsung terus menerus selama masa pendidikan, mulai dari tahun pertama hingga tahun kelima. Maka bias dibayangkan kedalaman penguasaan teoritis dan praktisnya.

 

Pengembangan profesi

Isu pengembangan profesi di Negara kita, Indonesia, bukanlah barang baru. Demikian juga tentu di Negara-negara lain, tapi yang kemudian menjadi perbedaan adalah apakah kita memiliki desain pengembangan profesi guru setelah lulus?

Di Finlandia, semua guru memiliki hak dan kewajiban mengembangkan profesinya. Bahkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Kumpulainen sebagian besar Guru di sana menggunakan waktu pribadinya, bukan waktu sekolah, untuk pengembangan profesi mereka. Apa saja yang dilakukan oleh Guru disana untuk pengembangan profesinya?

Dari artikel yang saya temui, ada beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintah maupun guru disana dalam rangka pengembangan profesi. Yang pertama dan sangat popular adalah melanjutkan pendidikan doctoral atau pendidikan post-graduate lainnya. Selain itu pemerintah juga merancang model pengembangan guru secara berkelanjutan, continual improvement, yang kemudian diikuti oleh guru-guru tersebut. Selain itu, hamper seluruh Guru di Finlandia menjadi member organisasi profesi, dimana setiap organisasi profesi biasanya memiliki serangkaian agenda pengembangan profesi yang mewajibkan anggotanya mengikuti agenda tersebut.

Ada satu model pengembangan profesi yang sangat menarik dan secara langsung akan meningkatkan mutu pendidikan, yaitu penelitian ilmiah. Guru-guru di melakukan penelitian melalui pemecahan masalah dari aktivitas yang mereka lakukan dalam keseharian. Mereka menelaah masalahnya, mencari dan mengembangkan teori yang kemudian menelitinya. Dan pada akhirnya akan dipresentasikan dalam forum ilmiah dalam organisasi profesi yang diikuti. Dengan demikian maka penelitian akan menghasilkan sebuah teori yang orisinal, juga pemecahan masalah dan karya yang orisinal, dan yang penting lagi perbaikan mutu akan terus menerus terjadi secara berkelanjutan.

 

 

Selanjutnya apa yang harus kita lakukan?

Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada apa posisi kita dalam pendidikan di Indonesia. Bagi anda yang duduk dipemerintahan dan memegang kewenangan pembuat kebijakan, maka anda memiliki peluang besar untuk menata ulang system keguruan di Negara kita. Jika kita berbicara system artinya semua komponen yang berhubungan dengan penyediaan Guru. Mulai dari kebijakan hingga implementasi dan evaluasinya.

Adapun bagi kita yang berada di lembaga pendidikan swasta, maka kita bisa bergerak dari kewenangan dan kemampuan yang dimilikinya. Misalnya saja, kita bias mulai dengan mempersiapkan dan menerapkan pengembangan profesi Guru/Teacher Profesional Development. Bagi yang memiliki kemampuan lebih bisa mulai dari mengadakan dan mempersiapkan pendidikan calon Guru yang berkualitas.

 

Semoga kita bias berbuat untuk Indonesia yang lebih baik. Salam untuk Kejayaan Pendidikan Indonesia

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.